Senin, 10 September 2012

Gara-Gara Guci

 "Happy Reading All and Enjoy "

 

 

 Kata orang Cinta dengan Benci itu beda tipis, dan setipis kulit bawang tapi kagum juga lebih dekat dengan rasa cinta , seperti halnya Seril kata Sheril" Nichol itu beda dari yang lain... kata Sheril ''Nichol itu Amazing , kata Sheril "Nichol itu sangat Istimewa , dan bagi Sheril ''Nichol itu adalah bunga yang harum mewangi yang kini bersemi di hatinya, itulah Sheril amat sangat tergila-gila pada Nichol warga satu kampung yang paling dia sukai.
 "Sheril ,mama titip ini ya kasiin ke Bapak Hilman rumahnya di belakang dekat lapangan Basket."Perintah Mama nya Sheril sambil membawa kotak berwarna merah, ketika itu Sheril sedang asik mengambar.Sheril mendadak senang karena perintah Ibunya Iya dong gimana ngga seneng, Pak Hilman itu kan adalah Ayahnya Nichol , Pujaan hatinya Sheril yang selalu menemaninya berpetualang di pulau kapuk alias di mimpi-mimpi Sheril .
Secepat kilat Sheril pergi menuju ke rumah Nichol untuk menghantar kotak merah itu dan tepat di samping kanan rumah Nichol , Sheril senyam-senyum sendiri ketika melihat Nichol sedang bermain Basket di lapangan,"Bener-bener menakjubkan kalau seandainya bisa lewat stadion itu terus, bisa melihat dia pangeran raja pencuri hati dan cintaku."Ucap Sheril dalam hati sambil tersenyum lebar ke arah lapangan, Sheril lalu menuju ke rumah Pak Hilman dan sepertinya jantungnya berdegup kencang ketika seorang pria menghampirinya dan ternyata itu adalah Nichol. "Mau kerumah gue ya Ril?."Tanya Nichol.
"I ii yaa."Jawab Sheril rada gugup.
"Hem itu apa ya?''.Tanya Nichol sambil mendekati Sheril, Sheril menatapNichol dengan ketakutan hingga tak sengaja Kotak merah itu jatuh terbanting. "Nichol karena dan membuka kotak merah itu ternyata isinya adalah Guci yang terbuat dari bahan kristal. "Ka jangan dipegang ka, ntar kalau tangan kaka luka gimana?."Terlihat Wajah Sheril yang penuh kekawatiran pada Nichol.
"Elo si gugup tadi, jadi jatohin Guci ini orang tua gue bisa marah kalau begini."Kata Nichol sambil memunguti runtuhan pecahan Guci itu.membuat Wajah Sheril makin ketakutan.
"Sheril , Nichol kalian ngapain?.''Tanya Pak Hilman menghampiri mereka yang sedang berdiri di depan pagar rumah.
"Ini pah."Belum sempat menjelaskan Sheril mencubit pinggang Nichol yang berada di sampingnya.
"Itu kaan Guci kesayangan Mama kamu Nichol , aduh pecah lagi."Kata Papa sedih melihat Nichol membawa reruntuhan Guci itu.
"Ya ini salah Nichol, Nichol janji bakal gantiinnya."janji Nichol menyakinkan Papa nya sekaligus membohongi Papanya ,membuat Sheril terasa sedikit lega.
"Mau gantiin pake apa, wong harga Guci itu 3 juta kok."Jelas Pak Hilman mendengar Ucapan Pak Hilman membuat Nichol dan Sheril kaget setengah mati. "Ya udah Pa, Nichol main Basket dulu."kata Nichol dan diikuti Sheril .
"Mau kemana lo?.'"Tanya Sheril yang berlari menuju rumah.
"Mau pulang."Jawab Sheril.
"Engga bisa."Kata Nichol sambil menarik tangan Sheril.
"Ah lepasin."Kata Sheril lalu menarik tangannya.
"Elo itu tanggung jawab dong, gara-gara lo bokap gue marah belum lagi tuh Nyokap gue bakalan nyerocos terus kaya beo."Kata Nichol 
"Yap resiko suruh siapa lo dateng-dateng deketin gue, karena gue kaget jadinya replek bantingin tuh kotak merah."Kata Sheril menyalahkan Nichol.
"Bodo amat ,dasar cewe gak bertanggung jawab ya jelas-jelas salah lo malah nyalahin orang, benci banget sama cewek bego kaya lo."Kata Nichol dengan mata melotot.
"Ternyata muka lo aja cakep tapi hati lo busuk ,bikin gue naik darah tau ngga."Kata Sheril berbalik marah dan pergi begitu saja .
"Tunggu dulu, main pergi aja."Kata Nichol yang tiba-tiba ada di depan Sheril.
"Ya udah gue ganti, tapi kita gantinya bareng-bareng ya."Kata Sheril.
"Ngga usah pake uang ,gimana kalau elo jadi assisten pribadi gue aja."Usul Nichol membuat Sheril agak heran.
"Assisten yang kerjanya disuruh-suruh itu kan?."Tanya Sheril.
"Tugas lo gampang, lo bawain gue payung kalau gue latian basket terus minuman, cemilan dan masakan ."Jawab Nichol sambil tersenyum.
"Sama aja dong gue korban uang buat keperluan makan ,minum dan payung."Keluh Sheril.
"Nggak ko setiap hari gue kasih 40 ribu ,kalau gue tanding di lapangan kalau masalah payung masa sih di rumah lo ngga ada."
"Ada lah Nichol ,lo mau pake warna apa ?."Tanya Sheril.
"Gue pengen warna hijau."Pinta Nichol.
"Kenapa gak lu kumpulin aja jatah makanan ,kebutuhan sehari elo buat nebus itu guci."kata Sheril ngotot.
"Eh ,terus lo ilang dari tanggung jawab lo, pikir ya anggap aja itu tenaga tebusan elo,"Kata Nichol.
"Udah banyak uang tapi ngga mau iklasin barang yang udah pecah."Ucap Sheril pelan.
"Apa, oh iya batas waktunya 6 bulan ya."Kata Nichol membuat Sheril semakin kesal.
"Aduh cuma gara-gara guci ,gue harus jadi OH My God."Teriak Sheril dalam hati.
"Ok.kalau lo ngga mau gue bakalan ceritain ke internet tentang kecerobosan bisnis Guci Mama lo, lo tau kan gue atlet basket yang lumayan terkenal ntar kalau fans gue ngga terima ,tau sendiri deh Fans gue juga bakal ikut-ikutan ngejelekin bisnis mama lo."Kata Nichol sedikit mengancam.
"Jangan, ia ini semua salah gue jadi gue mau kok terima hukumannya."Kata Sheril lemas.
"Berarti besok lo udah mulai siap kerja."Kata Nichol menjulurkan tangan ke Sheril yang langsung di respon dengan Sheril dan mereka pun bersalaman. setelah itu Nichol bergegas menuju ke rumahnya dan juga Sheril yang pulang dengan rasa kesal.

$$$$$$$


"CEROBOHH BANGEETTTTT."Teriak Sheril sambil membanting-banting bantal , guling nya.
"Dasar Cowok jahat, kenapa musti jadi assistennya ngga menghargai banget guci lebih penting dari pada mantan pengagumnya, dulu emang ia dia terlihat perfect tapi tidak untuk sekarang , dia itu sok kaya cowok di film-film mentang-mentang punya salah dihukum."Oceh Sheril sendiri sambil guling-guling di atas kasur.
"Gue kecewa !!! mimpi apa gue bisa harus jadi assisten pribadi si cowok sok perfect."Kata Sheril kesal dan melempar-lempar bantal ke arah pintu , apesnya malah kena Nichol yang tiba-tiba masuk kamarnya karena kamar Sheril tak dikunci.
"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA."Teriak Sheril panik membuat Nichol langsung menghampiri dan menutup mulut Sheril dengan kedua telapak tangannya.
"Jangan berisik bego."Kata Nichol pelan.
"Darimana lo bisa masuk ?.'Kata Sheril.
"Tadi itu gue cari elo, kata Mama Lo , lo ada dikamar !!! terus gue masuk aja orang pintu ngga kekunci."Kata Nichol menjelaskan pada Sheril.
"Gila gila gila."Kata Sheril kesaal.
" Ini daftar kerja nya, tadi tuh gua rayu aja bokap nyokap gue ,katanya mereka bisa beli guci yang baru."Cerita Nichol membuat Sheril kesal sekali.
"Ya udah kalau kebeli yang baru, ngapa gue harus ikut hukuman elo."Bentak SHeril.
"Oh berarti ,gue aduin ya ke fans gue."Ancam Nichol. membuat Sheril sedikit takut.
"Et et et jangan ia , sana lo pulang aja."Usir Sheril tanpa basa-basi. dan dituruti Nichol yang langsung meninggalkan kamar sheril. setelah itu Sheril hanya mampu mengelus dadanya.
"                                       Daftar kerja (hukuman )
Tertanda pembuat : Nichol 
Penerima : Sheril
 1. selalu temeni gue setiap latihan basket di stadion dekat rumah gue.
2.Bawain makanan yang enak, gue mau elo yang masak.
3. bawain perlengkapan handuk, air botol.
4.Nurutin kata-kata gue ya."Baca Sheril pada selembaran kertas berwarna merah dan ditulis dengan tinta pink 
"Apaaaaa?,ah gue ngga bisa banget nurutin yang nomer 4 ."Teriak Sheril lalu melempar kertas itu ke atas kasur.
Sheri terus memikirkan
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar